BLORABARU
Beranda Desa & Kelurahan Desa Wisata Bangsri yang Dikelola BumDesMa Bisa Menjadi Contoh Desa yang Lain

Desa Wisata Bangsri yang Dikelola BumDesMa Bisa Menjadi Contoh Desa yang Lain

BLORA, BLORABARU.COM – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Blora saat ini mulai membuahkan hasil.

Fakta terkini salah satu desa wisata Desa Bangsri Kecamatan Jepon, Blora yang dikelola BumDesMa telah masuk 45 besar lomba desa wisata nusanatara.

Bahkan saat penilaian lapangan yang dilakukan oleh Tim dari Kementerian Desa, Selasa (7/11/23) Desa Bangsri berpeluang untuk masuk 15 besar terbuka lebar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yayuk Windrati melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sunarno menyampaikan Desa Bangsri Kecamatan Jepon manjadi desa wisata yang dikelola BumDesMa 5758.

Dimana desa wisata Desa Bangsri merupakan salah satu unit usaha BumDesMa, Dan BumDesMa 5758 memiliki beberapa unit diantaranya pengelolaan air, industri sablon kaos dan tekstil.

Kemarin Desa Bangsri mengikuti lomba wisata desa nusantara seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 2700.

“Alhamdulillah, wisata Desa Bangsri dibawah BumDesMa 5758 bisa masuk 45 besar.” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya kepada blorabaru.com ditulis Kamis, 9/11/2023.

Lanjut Sunarno, sebelum masuk desa wisata nusanatara dilakukan pengiriman video terlebih dahulu.

“Kami mengirimkan video terlebih dahulu, kemudian disaring menjadi 45 besar. Dan kami sebagai Dinas PMD dibantu pendamping desa ikut serta melengkapi apa yang dikirim waktu zoom. Alhamdulillah, setelah masuk 45 besar selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan.” beber Sunarno melanjutkan.

Artinya, apakah sesuai dengan video yang dikirim kemarin atau tidak.

Kemudian, masih kata Sunarno hasilnya kemarin tim dari Kemendes pembangunan dan irigasi dibawah Direktur Pak Nur Sahid, Pak Kapus dan rombongan datang ke Blora untuk melakukan verifikasi lapangan.

Bahwasanya, beliau sangat mengapresiasi kemajuan wisata Desa Bangsri. Yang dibentuk 6 bulan akan tetapi pengunjungnya sudah tembus 61.000 orang.

“Asetnya sekitar Rp. 725 juta dan sudah mendapatkan penghasilan. Selain itu juga memberdayakan masyarakat Desa Bangsri sekitar 20 orang.” sebutnya.

Menurut Sunarno, dengan masuknya Desa Bangsri menjadi salah satu peserta desa wisata nusanatara pihaknya optimis akan menang.

“Saya optimis, Desa Wisata Desa Bangsri bisa masuk 15 besar nusanatara. Dan kalau masuk 15 besar nusanatara maka nanti tanggal 24 November ada penyerahan hadiah di Nusa Tenggara Barat (NTB).” pintanya.

Namun demikian ia mengajak kepada desa yang lain di Kabupaten Blora memilliki harapan dan peluang yang sama untuk melakukan inovasi menjadi desa wisata.

“Kami dari Dinas PMD selaku pembina desa, desa mempunyai kesempatan dan peluang yang sama. Tinggal kepala desa untuk memiliki inovasi, enterpreneur dan didukung dengan lembaga yang ada di desa (BPD) dan tokoh masyarakat. Dan tidak kalah penting kelompok wanita, PKK, BumDesma untuk berkolaborasi dan saling bersinergi. Dengan harapan nanti banyak desa inklusif dan mandiri.” demikian pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan