BLORABARU
Beranda Hukum & Kriminal Seorang Pria Asal Blora Ditangkap Petugas, Ini Motifnya

Seorang Pria Asal Blora Ditangkap Petugas, Ini Motifnya

BLORA, BLORABARU.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil amankan satu orang pelaku (S) laki laki yang diduga melakukan tindak pidana pencurian kayu jati di Wilayah RPH Payaman, Dukuh Payaman Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Blora.

Kapolres Blora, AKBP. Agus Puryadi diwakili Kasat Reskrim, AKP. Selamet membenarkan penangkapan tersebut.

Dibeberkan Kasatreskrim Blora pelaku (S) ditangkap oleh rekan rekan dari Perhutani dengan barang bukti tiga buah batang kayu, tiga sepeda motor brondolan.

Akibat kejadian tersebut Negara mengalami kerugian mencapai Rp. 6.000.930,- (Enam Juta Sembilan ratus tiga puluh rupiah).

“Pencurian kayu ini dilakukan oleh tiga orang pelaku satu ditangkap oleh rekan perhutani dan dua orang berhasil melarikan diri.” terang Kasat Eskrim, AKP. Selamet dalam konferensi persnya dihalaman Polres Blora, Jumat, 6/10/2023.

Meski pelaku mengaku melakukan aksinya baru pertama kali, pihaknya akan mendalami dan menyelediki tidak menutup kemungkinan dia melakukan kegiatan yang sama diwaktu yang lain juga.

Kembali Kasat menerangkan bawah pelaku (S) warga Kecamatan Jepon, Blora yang sehari hari bekerja sebagai petani.

Pelaku nekat melakukannya dikarenakan masalah ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan.

Kondisi ini juga dipengaruhi adanya kemarau panjang dampaknya pertanian dan perkebunan sangat sulit.

Menurutnya, Blora ini hampir 70 wilayahnya Hutan, jadi tidak menutup kemungkinan masyarakat akan berfikir secara sepintas untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Salah satunya melakukan pencurian kayu di wilayah Blora.” keluhnya.

Pihaknya juga menegaskan walaupun nilainya kecil karena ini milik negara tetap harus dilakukan pengamanan yang lebih.

“Pelaku dijerat dengan pasal 12 huruf E juncto pasal 83 ayat 1 huruf B Undang Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang Undang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tenang pencegahan, pemberantasan dan pengrusakan hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (Dua miliyar lima ratus juta rupiah).” demikian pungkas Kasat Reskrim, AKP. Selamet.

Komentar
Bagikan:

Iklan