BLORABARU
Beranda Hukum & Kriminal Pencuri Tiang Listrik Dibekuk Satreskrim Polres Blora

Pencuri Tiang Listrik Dibekuk Satreskrim Polres Blora

BLORA, BLORABARU.COM – Satreskrim Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil membekuk empat pelaku tindak pidana pencurian tiang listrik di Kecamatan Japah Kabupaten Blora.

Ke empat pelaku tersebut adalah H, R, M, S warga Pati, Kudus dan Grobogan.

“Penangkapan pelaku berawal dari laporan dari masyarakat terkait adanya gangguan listrik di Kecamatan Japah.” ungkap Kapolres Blora, AKBP. Agus Puryadi diwakili Kasat Reskrim AKP. Selamet dalam konferensi persnya di halaman Polres Blora, Jumat, 6/10/2023.

Dijelaskan Kasat Reskrim pencurian tiang listrik berupa beton setinggi 9 meter. Peristiwa kejadian pada tanggal 9 September dilaporkan 29 September 2023.

Berawal vendor bagian piket merapat ke lokasi yang diduga ada gangguan. Disana ditemukan ada beberapa orang yang menaikkan tiang listrik yang sudah dilepas sebanyak lima buah.

Merasa curiga, akhirnya pihak vendor piket itu menghubungi PLN perwakilan Blora untuk menanyakan pengerjaan di wilayah Japah ternyata jawabannya tidak ada.

“Hingga akhirnya, yang piket tadi dikejar untuk dihentikan akan tetapi tidak berhenti. Bukannya berhenti langsung tancap gas dengan menggunakan kendaraan grandmax.” jelasnya.

Mendapati nomor Polisi, selanjutnya melakukan identifikasi dan melaporkan ke Satreskrim Polres Blora.

Atas kejadian tersebut, Lanjut Kasat Reskrim, Satreskrim Polres Blora langsung menindaklanjuti itu karena sudah adanya bukti terkait nomor kendaraan tersebut.

Tim Resmob langsung merencanakan pencarian, penyelidikan dan akhirnya ditemukan di wilayah Pati.

Hasilnya, ternyata disana ditemukan barang yang diduga hasil kejahatan sejumlah 20 biji. Dan yang sudah terpasang lima buah.

Akibat dari kejadian tersebut sebesar Rp. 60 juta. Artinya satu batangnya dinilai Rp. 3 Juta.

“Empat tersangka berhasil dibekuk inisial H, R, M, S dan satu lagi masih dalam pencarian. Jadi pelaku warga Pati, Kudus dan Grobogan.” sebutnya.

Kembali ia menerangkan bahwa status dari pelaku merupakan subcon dari vendor. Artinya mereka bukan karyawan yang melaksanakan kerjasama dengan PLN.

Menurut keterangan pelaku, hasil dari kejahatan ini digunakan untuk penerangan jalan yang dilakukan dengan pihak developer perumahan.

Mestinya, pihak developer perumahan melakukan komunikasi dengan pihak PLN. Mungkin pertimbangannya masalah biaya pembelian tiang. Akhirnya mereka melakukan komunikasi dengan para pelaku pencurian itu.

“Kini pelaku terancam hukuman lima tahun” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan