BLORABARU
Beranda Info Publik Pembangunan Infrastruktur Jalan Terkendala Anggaran, Berikut Penjelasannya

Pembangunan Infrastruktur Jalan Terkendala Anggaran, Berikut Penjelasannya

BLORA, BLORABARU.COM – Tahun 2022 kemarin pembanguan jalan di Kabupaten Blora, baru menyentuh angka 67 persen.

Angka itu masih jauh dari harapan sesuai dengan target Pemerintah Kabupaten Blora.

Namun untuk tahun 2023 ini alokasi anggaran utamanya untuk jalan disayangkan berbeda jauh dari tahun kemarin.

Dinas PUPR Kabupaten Blora, melalui Kabid Bina Marga dan Penataan Ruang, Yudi Kristiawan menyebutkan anggaran tahun ini lebih kecil dari Tahun 2022 kemarin.

“Alokasi anggaran Tahun 2023 senilai 115 Milyar terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 29 Milyar dan Bantuan Propinsi (Banprop) 22,5 Milyar dan Dana Alokasi Umum (DAU) 64 Milyar.” bebernya. ditulis Minggu, 17/9/2023.

Dari nilai jumlah itu, Yudhi menyebutkan digunakan untuk rekonstruksi peningkatan jalan, pembangunan jembatan, penanganan longsoran dan pemeliharaan rutin. Diseluruh wilayah kecamatan yang ada di Blora.

“Ini hampir imbang dan menyebar di seluruh kecamatan di Blora.” katanya meneruskan.

Namun tidak dipungkiri, bahwa wilayah kecamatan yang paling parah ada di Kecamatan Jati.

Kembali ia mengungkapkan terkait jalan ada tambahan anggaran di perubahan yang bersumber dari APBD.

“Tambahan anggaran itu, yang sudah kita rencanakan daerah Krocok Srigading, Plosorejo Cungkup, Pulang Temulus dan Sitirejo.” sebutnya.

Menurut Yudi, anggaran itu masih kurang dikarenakan belum bisa menyentuh semua jalan.

“Jauh masih kurang banyak. Artinya, untuk tahun kemarin jalan mantap sekitar 67 persen dan 33 persen tidak mantap.” keluhnya.

Meski demikian, kata Yudi Dana APBD sekitar 115 Milyar bisa mengerjakan sekitar 44 Km.

Pelaksanaan yang di mulai awal Bulan Juli itu, hanya bisa menyentuh pembanguan sekitar 3 persen dari tahun sebelumnya yang sudah mencapai sekitar 67 persen.

Untuk menambah pembangunan ruas jalan lainnya, akan ada sumber tambahan dana dari Inpres.

Namum demikian pihaknya berharap agar Inpres bisa terealisasi yang anggarannya akan digunakan untuk membangun jalan sekitar 2.5 persen.

Oleh karenanya, dirinya mengaku optimis dalam pelaksanaannya akhir tahun ini akan tuntas.

“Jadi selama pelaksanaannya ini agak molor. Namun ada dua kegiatan yang baru teken kontrak yakni Jalan Ledok Giyanti dan Cabean Sugihwaras dengan target pengerjaan tahun ini selesai.” demikian Kabid Bina Marga dan Penataan Ruang, Yudi Kristiawan memungkasi.

Komentar
Bagikan:

Iklan