BLORABARU
Beranda Info Kesehatan Dinkes Blora Berhasil Tekan Angka Kecacingan dan Kaki Gajah

Dinkes Blora Berhasil Tekan Angka Kecacingan dan Kaki Gajah

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora telah berhasil menekan angka kasus  penyakit kecacingan dan kaki gajah di bumi samin.

“Penyakit kecacingan di Blora selama ini belum ditemukan, Untuk yang Vilariases selama ini kami melakukan POPM atau bulan imunisasi kaki gajah tahun 2019. Sebanyak 15 pasien namun tidak ditemukan pasien pasien baru sampai sekarang. ” ungkap Sutik, Sub Koordinator bidang pencegahan dan penyakit menular kepada blorabaru.com Kamis, 27/4/2023.

Dijelaskan Sutik, untuk kecacingan pihaknya baru melakukan pemetaan. Sebelumnya Dinkes Blora sudah melakukan pemberian obat cacing kepada anak sekolah.

Pemberian obat cacing ini sudah berjalan mulai tahun 2020 sampai sekarang.

Dengan pemberian obat cacing ini, untuk melakukan pemetaan apakah di Blora utamanya anak anak sekolah adakah yang kecacingan.

“Insha Allah bulan ini, Dinkes Blora akan melakukan screening kepada anak anak sekolah untuk diambil sampelnya.” katanya.

Kemudian, Sutik membeberkan cacingan  pada anak mengakibatkan badannya kurus, perut buncit, mempengaruhi terutama gizi, daya pikir, aktifitas dan perkembangan anak akan berkurang.

“Untuk itu Dinas kesehatan (Dinkes) mengintensifkan anak sekolah dengan memberikan obat cacing utamanya anak SD setahun dua kali untuk diminum.” bebernya.

Pihaknya, berharap mudah mudahan tidak ada lagi kasus cacingan.

Namun demikian Dinkes Blora akan melakukan screning dengan sistem random sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan.
Ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana di Blora ada penderita atau tidak.

Kemudian akan diambil sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan terutama di daerah velentir.

Untuk menunjang itu, lanjut Sutik Dinkes Blora hari ini bekerjasama dengan BTKL Yogyakarta melakukan pelatihan kepada teman teman  pemegang program dan petugas laboratorium.

Dengan pelatihan itu maka diharapkan mereka melakukan screening lebih akurat dan tepat.

“Saat ini tidak ditemukan kasus kaki gajah mulai tahun 2019 sampai sekarang Dinas Kesehatan bekerjasama BTKL dari Yogyakarta selama 10 hari sudah melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali. diambil dari 52 sekolah secara acak atau random tidak ditemukan kasus yang sama dan hasilnya negatif” demikian tandasnya

Menurutnya, ini dilakukan untuk persiapan tahun 2025 eleminasi kaki gajah, perlunya untuk dipersiapkan betul betul agar tidak ada penambahan atau penularan lagi.

“Saya menghimbau pada orang tua agar tetap waspada utamanya anak anak yang sering bermain di sawah. Pentingnya untuk minum obat cacing setiap 6 bulan sekali ini sangat membantu akan perkembangan anak.” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan