BLORABARU
Beranda Info Kesehatan Dinas Kesehatan Blora Berikan Pengobatan Gratis untuk Pengidap TBC

Dinas Kesehatan Blora Berikan Pengobatan Gratis untuk Pengidap TBC

BLORA, BLORABARU.COM – Untuk menekan jumlah angka kasus tuberkulosis (TBC) diwilayahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora memberikan pelayanan dan pengobatan gratis.

Hal itu dibenarkan Sutik, Sub Koordinator bidang pencegahan dan penyakit menular saat ditemui di kantornya.

Dijelaskan Sutik, upaya ini dilakukan Dinkes Blora agar pengidap TBC ini bersedia berobat selama enam bulan secara rutin di puskesmas terdekat.

“Dengan pengobatan rutin selama 6 bulan, maka penderita TBC dipastikan sembuh.” ungkapnya kepada blorabaru.com Senin, 20/3/23.

Kemudian ia memaparkan jumlah angka kasus TBC di Blora pada tahun 2022 sebanyak 1510 kasus dengan tingkat keberhasilan pengobatan 89 persen.

Sedangkan untuk tahun 2023 Dinkes Blora menargetkan dugaaan kasus sebanyak 9441 dengan perolehan angka kasus 1748.

Untuk itu, lanjut kata Sutik pihaknya berharap perlunya kesadaran masyarakat agar apabila terdapat gejala TBC untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat.

Agar pencapaian hasil maksimal maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora berkerjasama Yayasan mentari sehat Indonesia yang berkecimpung khusus penanganan TBC untuk melakukan sosialisasi dan pendataan.

Selain itu kata Sutik kembalimenghimbau kepada masyarakat yang terdampak TBC.

“Bagi orang yang mengalami TBRO artinya TB resisten obat kondisi sangat ditakuti karena resisten obatnya lama dan efek sampingnya tinggi dan penularannya cukup luar biasa.” keluhnya.

Maka, lanjutnya penanganannya kami berikan suplemen agar daya tahan tubuh kuat bila mana sembuh tidak menularkan ke orang lain.

Diakuinya bahwa masyarakat bukan malas untuk periksa, namun mereka belum tahu bahwa pengobatan TBC ini membutuhkan waktu lama, disisi lain masyarakat kepingin instan.

“Masyarakat ingin sekali minum obat langsung sembuh. Perlu diketahui minum obat harusnya dalam jangka waktu lama.” ujarnya.

Kembali Sutik menambahkan, bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti Batuk berdahak lebih dari dua Minggu, Demam, Batuk Darah, Nyeri di dada, berkeringat di malam hari tanpa aktifitas dan nafsu makan dan berat badan menururn maka disarankan untuk langsung memeriksakan ke puskesmas terdekat.

“Orang yang terduga TBC harus diketahui gejalanya sejak dini agar dapat segera disembuhkan.” pungkasnya.

Menurutnya, pihaknya selama ini sudah melakukan usaha apapun namun tidak dipungkiri masih adanya kendala untuk perlunya sosialisasi dalam penanganan TBC.

“Untuk itu dalam sosialisasi TBC ini perlunya menggandeng media.” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan