BLORABARU
Beranda Desa & Kelurahan Enam Progam Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa untuk Tingkatkan Kualitas Aparatur Desa

Enam Progam Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa untuk Tingkatkan Kualitas Aparatur Desa

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Blora membuka progam Rekognisi Pembelajaran Lama (RPL) Desa yang berkerja sama dengan Universitas Negeri (Unnes) Semarang.

Progam yang bertujuan dalam peningkatan kualitas aparatur desa ini mendapatkan subsidi bantuan dari Pemkab Blora yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

“Progam Rekognisi Pembelajaran Lama (RPL) Desa intinya progam peningkatan SDM bagi aparatur desa.” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Pemerintahanan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Heksa Wismaningsih kepada blorabaru.com Jumat, 10/3/23.

Menurut, Heksa penggilan akrabnya RPL Desa ini merupakan progam dari Kemendes PDTT yang awalnya untuk membantu meningkatkan SDGis salah satunya peningkatan mutu kualitas pendidikan aparatur desa.

“Progam RPL Desa ini di Indonesia hanya satu pilot project untuk pertama kalinya diawali dari Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora pilot project yang ke dua.” katanya.

Melalui progam RPL Desa ini katanya, ditunjukkan untuk semua aparatur desa yakni Kepala Desa, Perangkat Desa dan penggiat pemberdayaan desa.

“Untuk perguruan tingginya yang ditunjuk Kemendes adalah UNNES.” bebernya.

Kembali Heksa menambahkan, saat ini antusiasme yang ikut kita belum bisa kita ukur.

Akan tetapi, lanjutnya ketika bertemu dengan teman teman perangkat dan unsur yang lain baik Ketua RW, Ketua RT, PKK, guru Paud dan penggiat desa lainnya mereka tertarik.

Ada 6 progam yang akan disosialisasikan yakni pendidikan ekonomi administrasi perkantoran, akuntansi, manajemen, ekonomi pembangunan, pendidikan sosiologi antropologi dan pendidikan luar sekolah.

“Dan ini nanti akan disesuaikan dengan tupooksinya masing masing mahasiswa yang menduduki jabatan saat itu.” katanya.

Program ini memberi kesempatan bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat untuk menimba ilmu dengan sistem pembelajaran yang mudah dan tidak mengganggu rutinitas.

“Pemkab Blora, membutuhkan program ini untuk untuk percepatan peningkatan SDM, khususnya bagi aparatur pemerintahan desa dan penggiat desa.” tandasnya.

Oleh karenanya selain itu bagi yang ikut, RPL ini biaya murah dan mudah.

Bonusnya bilamana reguler dengan S1 hanya ditempuh dua tahun, padahal umumnya ditempuh dalam waktu empat tahun.

Selanjutnya, ungkapnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memeberikan subsidi yang disesuaikan dengan APBD 2.7juta dari SPP sebelumnya 5.3juta.

“Saya pribadi dan mewakili Dinas PMD dengan adanya progam RPL ini tentu akan mengejar tujuan dari SDGis, bagi aparatur desa mereka butuh peningkatan kapasitas.” pungkas Heksa Wismaningsih, Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Pemerintahanan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tersebut.

Komentar
Bagikan:

Iklan