Tidak ada pin yang di tentukan
Home Info PublikPertanian Melonjaknya Wabah Vi..

Melonjaknya Wabah Virus PMK, DP4 Kekurangan Tenaga Medis

Melonjaknya Wabah Virus PMK, DP4 Kekurangan Tenaga Medis

BLORA, BLORABARU.COM – Buntut melonjaknya kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Blora, Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) kekurangan tenaga medis untuk melakukan penanganan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Gundala Wijasena.

” Sebenarnya saat ini kita kekurangan tenaga teknis, sehubungan dengan itu kita membutuhkan relawan relawan mahasiswa KKN, Dokter dari Fakultas Hewan, masyarakat dan instansi lain.” ucapnya kepada media blorabaru.com

Terutama dalam memberikan penyuluhan dan edukasi ke masyarakat,karena penyakit tersebut termasuk penyakit yang gampang menular.

Walaupun jumlah tenaga teknisnya kurang. dirinya beranggapan sudah maksimal dalam  pelayanan terhadap penanganan wabah PMK, meskipun penyebaran virus PMK di Blora belum banyak.

Kata Gundala, tercatat saat ini dinas hanya ada 100 tenaga penyuluhan,tapi sebelumnya mereka hanya penyuluh pertanian atau bukan bidangnya.

Dengan kondisi seperti itu, mereka akan dilatih tentang informasi penyakit PMK dan mungkin bisa membantu dalam vaksinasi, yang jelas keberadaan mereka akan kita maksimalkan.

” Penyebaran kasus yang ditemukan menyebar dengan cepat, akibatnya petugas kewalahan untuk memberikan pelayanan. Karena selama ini petugas kesehatan hewan yang ada di dinas peternakan sangat terbatas.” ujarnya. Kamis, 9/6.

Selanjutnya, vaksinasi terhadap hewan ternak kita membutuhkan tenaga yang banyak.

Ada dua jenis vaksin yang akan diberikan ke hewan vaksin dari import dan dalam negeri.

Untuk vaksin dalam negeri Agustus dilakukan vaksinasi itupun jumlahnya belum diketahui.

Saya menghimbau kepada masyarakat, untuk mengatasi PMK salah satunya dengan biosecurity keamanan hewan yang sakit menjadi prioritas untuk di isolasi.

Selain itu, dengan cara dibatasi dengan plastik,apalagi virus ini menular lewat angin atau udara dan air bor selain itu dilakukan disenfektan itu bisa dilakukan peternak, masyarakat di desa masing masing.

Menurutnya, disenfektan yang paling murah menggunakan kaporit.

Perlu diwaspadai, penularan virus PMK ini sejauh 10 km.untuk itu masyarakat diharapkan kembali ke arifan lokal maksutnya hewan ternak di jamuni.

Karena obat yang diberikan oleh petugas, sebenernya hanya sebatas untuk meningkatkan imunitas, sebenarnya virus itu tidak ada obatnya, namun yang bisa melawan hanya imun.

” Perlunya bantuan dari semua pihak untuk mengatasi PMK ini.”pungkasnya.

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..