Tidak ada pin yang di tentukan
Home Info Kesehatan Pentingnya Antisipas..

Pentingnya Antisipasi cegah penyakit Hepatitis dan PMK

Pentingnya Antisipasi cegah penyakit Hepatitis dan PMK

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa tengah, kini tengah mewaspadai kejadian kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya dan penyakit mulut kuku (PMK) pada peternakan.

Untuk itu, Bupati Arief Rohman menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik akan tetapi sigap mengantisipasinya.

” Terkait dengan Hepatitis, dinas kesehatan blora sudah kita minta untuk mengantisipasi penyakit ini, kemudian juga terkait penyakit mulut kuku (PMK), sudah berkordinasi dengan dinas pangan, pertanian, pertenakan dan perikanan (DP4),” ucapnya, saat di temui awak media, Senin (09/05).

Arief Rohman menyampaikan meski kedua penyakit tersebut belum masuk di wilayah Kabupaten Blora, dirinya bersama dinas kesehatan kabupaten sudah berkordinasi dengan dinas provinsi.

” Perlunya, tindakan antisipasi, itu jauh lebih utama.” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Arief DP4 juga sudah mengumpulkan seluruh dokter- dokter dan juga pihak penyuluh untuk dikasih pemahaman soal potensi penularan ini. Karena kita ini, populasi sapi terbesar di Jawa tengah.

” Maka kita harus mengantisipasi potensi ini dan kita berharap tidak masuk di Blora.” harapnya.

Pada Minggu, (08/05) kemarin saat awak media ini, menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat, via seluler, dirinya menghimbau kepada masyarakat Blora untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas).

Himbauan ini disampaikan sebagai upaya untuk mengantisipasi kasus Hepatitis misterius yang belakangan ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

Saat ini di blora belum ada laporan terkait temuan kasus tersebut. meski begitu, melalui surat edaran (SE), pihaknya telah meminta setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

Sesuai menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/2515/2022, tanggal 27 April 2022, perihal Kewaspadaan Terhadap Kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Surat Edaran (SE) tersebut kemudian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah nomor 000/2229 tanggal 6 Mei 2022l ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten/Kota se Jawa Tengah yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..