Tidak ada pin yang di tentukan
Home Info Publik BPKAD Blora Fokus ke..

BPKAD Blora Fokus kemandirian fiscal dan Aset

BPKAD Blora Fokus kemandirian fiscal dan Aset

Blora, blorabaru.com –  Berbagai cara terus dilakukan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Blora untuk menggenjot pendapatan Asli daerah.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepenuhnya tergantung sejauh mana kreatifitas daerah untuk memanfaatkan potensi yang ada.

Menurut, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Blora, Slamet Pamuji menyebutkan ada dua prioritas yang difokuskan di tahun 2022.

” Kemandirian fiscal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pelaksanaan roda pemerintahan tidak bergantung transfer dari pusat.” ungkapnya.

Cara ini ditempuh agar pemerintah daerah memiliki kesempatan yang lebih besar dalam memajukan wilayah.

Selain itu, penguatan pendapatan asli daerah juga membuat keuangan daerah lebih stabil apabila keuangan pemerintah pusat mengalami guncangan.

“Sehingga, tidak tergantung kepada [transfer] pusat dan ruang fiskalnya menjadi kuat.” tandasnya. Rabu,6/04.

Ini perlu dilakukan untuk penguatan, artinya keuangan daerah tidak akan guncang dan mampu untuk berdikari.

Dijelaskannya, dengan sistem otonomi daerah dan desentralisasi fiskal memberikan ruang yang besar bagi pemda untuk berinovasi.

Kepala daerah bisa fokus untuk mengoptimalkan berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia guna mencapai kemandirian fiskal.

Saat ini, pemda memiliki tiga sumber penerimaan seperti transfer dari pemerintah pusat, pendapatan asli daerah (PAD), dan sumber lain yang sah seperti dari BUMD.

Namun, sebagian besar pemda masih bergantung dari transfer pusat.

Lebih lanjut ia menambahkan “Kemandirian fiskal itu ditandai oleh porsi PAD dalam APBD yang lebih besar dibandingkan dengan transfer pemerintah pusat,” terangnya.

Disisi lain apabila kita tidak serius dalam penangan PAD maka kedepan akan mengalami kesulitan keuangan.

Selanjutnya, ini memang menjadi tuntutan PAD, mengingat semakin lama keuangan pemerintah pusat berkurang agar kita tidak terus berpangku tangan.

” Di tahun 2022 target PAD kita, kurang lebih ada 290 milyar.” katanya.

Yang kedua maslah aset. aset ini menjadi prioritas dan bisa meningkatkan PAD.

” Banyak aset aset daerah pendataannya belum sinkron, dan ini menjadi pekerjaan rumah.” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya sinkronisasi data dipastikan dengan baik pemanfaatanya, ini juga bentuk salah satu prioritas penataan aset.

” Dengan adanya sinkronisasi aset daerah, tentu bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan maksud untuk menambah PAD.” pungkas orang nomor satu di BPKAD.

Solikin

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..