Blora, blorabaru.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol)  Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Blora untuk kesekian kalinya melakukan Pemantapan Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Bagi Masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Sekda Blora dengan menghadirkan dua Nara sumber dari DPRD Provinsi Jawa Tengah yakni Anggota komisi B, Abu Nafi dan Prayogo Nugroho.

Dalam sambutannya, Sekertaris Badan Kesbangpol Kabupaten Blora, Wahyu Jadmiko mewakili Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Jateng dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi, sosial dan budaya melalui kajian strategis.

Dirinya berharap, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi, referensi dan tambahan wawasan untuk mensukseskan pembangunan Kabupaten Blora.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini, sebanyak 40 peserta terdiri dari Tomas, Toga dan pelaku usaha.

Sementara itu politisi Partai Nasdem, Yoyok Nugroho menyampaikan upaya pengembangan ekonomi potensi daerah. Dengan mensosialisasikan program dari Propinsi Jawa tengah.

Menurutnya sektor paling strategis dan utama di blora yaitu sektor pertanian dan peternakan.

“Kedepan ini menjadi sektor utama yang dibutuhkan banyak stakeholder. Maka perlu kita kembangkan secara produktif.” Katanya kepada media blorabaru. Sabtu, 12/2/21.

Dan arah pembangunan peternakan dan pertanian saat ini fokus untuk memperkuat ketahanan pangan.

Pria berumur 30 tahun ini, juga menjelaskan Di blora dominasi petani dan pertenakan potensinya sangat besar dengan menggunakan teknologi modern. Petani dan Peternak perlu kita dukung dan arahkan agar mereka sejahtera.

“Diperlukan SDM yang tangguh, berintegritas, inovatif dan tanggap akan perubahan dalam pembangunan.” Imbuhnya.

Disisi lain, perlu memaksimalkan anak muda, dan diarahkan serta didorong agar terjadi regenerasi.

Mengingat generasi muda ini mulai tergolong langka untuk meminati sektor tersebut.

Maka dari itu, sarana produksi peternakan dan pemasaran perlu ditingkatkan baik pakan dan pasar hewan.

Menurutnya, saat ini pasar hewan di Blora ada tiga diantaranya Blora, Cepu dan Rhandublatung, padahal blora itu luas dan penghasil sapi terbesar di Jawa tengah.

Sebanyak 40 peserta mengikuti acara yang dilaksanakan Kesbangpol Blora.

“Untuk itu perlu penambahan pasar hewan paling tidak enam pasar hewan. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung dan menstimulus agar petani dan peternak jauh lebih mudah.” Harap Politisi Partai Nasdem

Dikesempatan yang sama, dengan pembahasan yang berbeda disampaikan Politisi Senior dari PPP, H. Abu Nafi menurutnya segala upaya terkait perekonomian baik perdagangan dan lain sebagainya jangan sampai terjadi persaingan yang tidak sehat dan menimbulkan keresahan.

“Persaingan di blora masih tergolong cukup sehat, disisi lain pembeli juga menginginkan harga murah.” Singkatnya.