Tidak ada pin yang di tentukan
Home Wirausaha Manajemen Langit Men..

Manajemen Langit Mengantarkan Petani Milenial Blora Studi Banding Wirausaha Agribisnis

Manajemen Langit Mengantarkan Petani Milenial Blora Studi Banding Wirausaha Agribisnis

Blora, blorabaru.com – Setelah para petani milenial mengikuti Diklat Petani Melenial berbasis informasi dan teknologi yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Blora (27-28/10/2021) ternyata membangkitkan semangat berwirauasaha di bidang agribisnis.

Mereka sangat berharap mendapatkan kesempatan berguru untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang bersifat operasional kepada berbagai nara sumber yang telah berhasil dalam bisnis di bidang Pertanian.

Walaupun tidak tersedia dukungan dana dari Pemerintah baik dari Pemerintah daerah maupun dari Pemerintah pusat. Namun berkat niat baik dan semangat yang membara dari para petani melenial untuk maju dan sukses, mereka dengan menggunakan manajemen langit telah mampu membukakan pintu kesempatan untuk melaksanakan studi banding ke Kabupaten Magelang, Senin (1/11/2021).

Kegiatan studi banding itu bisa terlaksana karena berbagai ikhtiar dan pendekatan hati kepada hamba Allah yang bersimpati dan peduli untuk kemajuan petani milenial di Kabupaten Blora.

Peserta yang mengikuti studi banding sebanyak 20 orang peserta terdiri 7 orang wanita dan 13 orang pria. Sasaran kunjungan ke tiga tempat, yaitu CV Aneka Tani, Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) dan Kebun mamey sapote/sawo raksasa di Salaman Kabupaten Magelang.

Kunjungan pertama di Rumah Mohamad Aswin Hardian yang memiliki CV Aneka Tani bergerak di bidang usaha tranportasi, bidang perikanan, pembibitan berbagai aneka buah buahan, dan pengelola kebun hortikultura di Kalimatan dan Sulawesi.

“Beliau menerima para peserta petani milenial dengan respon penuh rasa kekeluargaan, antusias dan gembiraan.Bahkan dengan semangat menggelora menjelaskan semua aktivitas yang selama ini ditangani termasuk identitas diri,” kata Bambang Sulistya, mantan Kepala Dinas Pertanian Blora yang ikut mendampingi studi banding petani milenial Blora.

Menurutnya, Aswin termasuk sosok Pengusaha Agribisnis milenial namun kemampuan dan pengalaman termasuk wirausaha yang profesional dan sukses.

Berlatar belakang pendidikan Sarjana Hukum dan Lulusan dari Al Hazar Mesir ternyata keahlihan dan kemampuan di dunia pertanian dalam arti luas tidak mau kalah dibanding dengan orang orang yang berlatar belakang pendidikan Pertanian.

“Sampai saya ijin memberi sebutan nama Prof. Dr. Aswin,” ucapnya.

Menurutnya, dalam dunia bisnis usaha apapun kita harus memiliki sikap mental selalu tampil semangat, optimis, profesional, berani dan nekat (SOP BN).

Ia juga menceritakan pahit getir masa awal merintis usaha Agribisnis di Kalimatan dan prospek berwirausaha di bidang Pertanian sampai menyadarkan para peserta tentang kelemahan kita dalam mengelola usaha tani dengan mensitir teori Sarang Laba laba (Cobweb).

Teori Cobweb merupakan salah satu penerapan analisa supply-demand untuk menjelaskan mengapa harga beberapa produk pertanian dan peternakan menunjukan fluktuasi tertentu dari musim ke musim.

Salah satu sebab dari fluktuasi tersebut adalah adanya reaksi yang terlambat dari pihak produsen terhadap harga.

Kemudian, Aswin juga menuturkan, kalau dirinya siap bekerjasama, membimbing dan membeli produk hasil buah-buahan duren, kelengkeng, jambu, mangga dan lainya sesuai dengan kualitas produk yang disepakati.

Serta menjual berbagai jenis bibit buah buahan dengan kualitas bibit yang sudah bersertifikat dan harga yang terjangkau dalam jumlah yang besar. Aswin juga siap diundang sebagai nara sumber.

Kunjungan kedua ke kebun benih tanaman pangan dan hortikultura milik Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Di kebun benih hortikultura rombongan diperkenalkan teknologi Tissue Cuture atau kultur jaringan adalah pertumbuhan jaringan atau sel dalam media buatan yang terpisah dari organisme induk.

Teknik ini disebut juga dengan mikropropagasi. Tujuannya untuk memperbanyak tanaman sesuai dengan sifat-sifat induknya.

Di kebun ini menyediakan berbagai jenis bibit tanaman pisang di antaranya pisang mas kirana, raya bulu, cavendi, ambon, kepok unti sayang dan raja kentang yang siap dipasarkan.

Para petani dapat mengirimkan tanaman indukan pisang unggulan yang ada di daerah untuk diperbanyak sesuai kebutuhan. Peluang usaha sangat terbuka untuk mendapatkan kualitas bibit pisang yang baik dengan harga yang terjangkau.

Selanjutnya kunjungan terakhir di kebun mamey sapote dan avokad milik Samawi, petani yang sukses mengembangkan sawo raksasa yang penjualan produk di kirim ke luar negeri dan afokat untuk konsumsi dalam negeri.

Harga buah sawo dan bibitnya cukup mahal. Di kebun juga siap menyediakan bibit sawo dengan harga antara Rp1,5 juta sampai Rp3.5 juta per bibit.

Disamping juga menyediskan bibit avokad. Menurut Samawi mengelola dan berbisnis sawo jenis sapote dan avokad sangat mudah dan menguntungkan.

“Permintaan buah pun oleh konsumen masih belum bisa dicukupi sehingga memberi peluang usaha bagi para petani yang akan berwirausaha tanaman tersebut,” terangnya.

Demikian upaya para petani milenial Blora untuk memperoleh pengalaman wawasan,dan ilmu pengetauan dengan melakukan studi banding manajemen langit ke para nara sumber yang sukses dan dapat diandalkan.

“Semoga ke depan para petani melenia di Kabupaten Blora bangkit menjadi wirausaha yang tahan banting dan sukses ikut Sesarengan Bangun Blora di bidang pertanian/ agribisnis.Tentu dengan sesanti Wani Rekoso Amrih Mulyo lan Wani Kepyur Amrih Makmur,” kata Bambang Sulistya.

Dalam kegiatan studi banding ada dua petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang ikut mendampingi para peserta yaitu Dwi Darto dan Lastri.

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..