Tidak ada pin yang di tentukan
Home Desa & Kelurahan PWRI Tingkat Kelurah..

PWRI Tingkat Kelurahan Tempelan Tebarkan Resep BSA

PWRI Tingkat Kelurahan Tempelan Tebarkan Resep BSA

Blora, blorabaru.com – Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tingkat Kelurahan Tempelan Kecamatan Blora menggelar pertemuan rutin di rumah H. Soekardi, Ketua PWRI Kelurahan Tempelan, Selasa (19/10/2021).

Dalam pertemuan itu, Ketua PWRI Kelurahan Tempelan, H.Soekardi mengungkapkan bahwa hidup ini misteri dan sulit dipahami oleh logika formal.

“Sehingga satu-satunya jalan terbaik untuk mensikapi hidup hanyalah berbuatlah kebaikan kepada siapapun kapanpun dan dimanapun kita berada,” kata dia.

Acara itu sekaligus pertemuan perdana PWRI  sejak diberlakukan PPKM Darurat.

Soekardi dulu adalah Kepala sekolah SMAN 1  Blora yang saat ini sudah berumur 88 tahun dalam kondisi fisik masih sehat dan energik.

Punya hoby bertamasya untuk menikmati keindahan alam dan kegiatan berkebun.
Disamping itu Soekardi juga masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan termasuk kegiatan pengajian dan menyelenggarakan Tembang Kenangan di rumahnya.

H.Soekardi menyampaikan resepnya agar kita semua, khususnya kelompok rentan (keren) bisa mengadopsinya supaya  awet muda.

Resep itu dirumuskan menjadi sebuah akronim “BSA”.

Yaitu, B-Bersyukur artinya dalam hidup ini kita harus pandai bersyukur dengan menikmati apa yang kita miliki dan kita terima saat ini.

Jangan memasakan diri untuk mengejar apa yang kita inginkan sementara hal yang kita miliki dilupakan dan diabaikan bahkan terus merasa ada yang kurang.

“Ibarat dulu ada pepatah mengharap burung terbang tinggi punai di tangan  dilepas,” ucapnya.

Apalagi ditambah ada ungkapan siapa yang pandai bersyukar maka nikmat hidup akan bertambah.

Di samping itu selain pandai bersyukur juga diikuti langkah suka bersedekah atau berbagi kepada kaum duafa terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini makin banyak saudara-saudara kita yang menderita.

Kegiatan berbagi rutin dilakukan oleh Soekardi setiap hari Jumat berkah dengan membagikan sembako kepada tetangga atau anggota masyarakat yang berhak.

Kemudian, S-Sabar, artinya upaya terus mengendalikan diri untuk bersikap sabar ketika menghadapi musibah, menerima realita yang tak sesuai harapan dan berbagai kesulitan serta hambatan dalam kehidupan menjadi kata kunci.
Karena di Jawa ada pitutur luhur yang perlu dilestarikan,yaitu “Sabar iku luhur wekasane” (Bersabar itu baik hasil akhirnya).
Apalagi masih diikuti sikap-sikap yang memancarkan aura positif dengan bertutur kata yang baik dan sopan.

Berikutnya, A-Asupan, maksudnya dalam hidup keseharian kita harus bisa memberi asupan yang baik untuk kebutuhan jasmani dan rohani.

Kegiatan rutin berolah raga dilakukan oleh bapak H.Soekardi dengan kegiatan jalan santai memutari Lapangan Kridosono kebetulan rumahnya di samping lapangan tersebut.

Kemudian asupan makan yang bergizi dan seimbang dengan menghindari makan yang mengandung zat pengawet dan makanan yang berkolesterol, terlalu manis dan asin.

Untuk asupan rohani, total menyerahkan hidup ini hanya kepada Allah dengan selalu melaksanakan salat lima waktu dan salat sunah secara tepat waktu dan berjamaah.
Khusus untuk saat ini melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Demikian semoga resep BSA mampu memberi spirit baru dalam hidup di masa pandemi dan menanamkan harapan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esuk harus lebik baik dari hari ini,” ungkapnya.

Solikin

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..