Tidak ada pin yang di tentukan
Home Info Publik Ini Pesan Yang Disam..

Ini Pesan Yang Disampaikan Anggota Komisi C DPRD Jateng Tentang Idiologi Kebangsaan

Ini Pesan Yang Disampaikan Anggota Komisi C DPRD Jateng Tentang Idiologi Kebangsaan

Blora, blorabaru.com – Anggota Komisi C, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah Baginda menyampaikan kita sebagai anak bangsa tentu harus paham sejarah, falsafah dan dasar negara. Supaya nanti tidak keliru dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Kamis, 23/9/21

“Sebenarnya founding father kita sudah mewariskan sesuatu untuk menjadi tuntunan” hal ini disampaikan usai mengisi acara yang digelar Kesbangpolinmas dengan tema Penguatan Pengembangan Idiologi Pancasila di Desa Klokah Kecamatan Kunduran.

Dengan kondisi dan realita seperti ini terhadap generasi muda, ini menjadi keprihatinan dan kepedulian Baginda.

“Kita bukan bangsa anti terhadap teknologi, zaman bung Karno untuk pertama kali bicara bahwasanya kedepan kita harus mengedepankan teknologi” Ujarnya.

Makanya bung Karno membuat adanya LIPI tetapi teknologi yang diharapkan yang bermanfaat untuk bangsa misalnya pertanian, perikanan bukan teknologi yang mengancam kebhinekaan dan rasa nasionalisme kita ini kedepan menjadi PR kita termasuk pemerintah.

Ia juga menambahkan, Bahwasanya hari ini teknologi informasi perkembangannya luar biasa, akses informasi setiap orang bisa mengakses melalui handphone ini juga harus dibatasi boleh bebas tetapi ada aturannya.

“Informasi yang justru mengancam kehidupan berbangsa dan toleransi. Kedepan informasi ini harus seimbang dan harus mampu menampilkan keragaman budaya ,suku bangsa ini yang penting” Tandasnya.

Baginda berharap, supaya kita tidak lupa, hidup berbangsa dna bernegara. Dimana sebelumnya pelakunya founding father, dan para bapak bangsa mereka sudah menyiapkan secara lengkap bangsa negara kedepan seperti apa, mereka sudah mewariskan yaitu Pancasila, setiap tata kehidupan kita harus sesuai dengan Pancasila ini menjadi ukuran wajib ini boleh atau tidak, ini layak atau tidak tapi Pancasila jangan diterjemahkan berbeda, Pancasila dengan semangat dan jiwanya dari kelahirannya.

Dikesempatan yang sama Padmasari Mestikajati, dari Partai Golkar menuturkan, wawasan kebangsaan saat ini sudah mulai luntur, beberapa contoh yang tidak kita sadari melunturkan rasa cinta tanah air, gotong royong, rasa kekeluargaan dan solidaritas. Dan hari ini kita mengingatkan kembali supaya kita tetap hati hati.

Ia menambahkan, SJL Sonjo, Jagong dan Layat itu yang diajarkan bapak, itu adalah nilai luhur budaya kita, ini yang perlu diterapkan di keluarga dan lingkungan. Apalagi pengaruh dari luar dan sosial media yang sudah tidak bisa kita bendung contohnya penipuan online, kita hrus bisa menguri nguri budaya dan solidaritas kita kepada keluarga dan lingkungan

“Kegiatan yang masih ada dimasyarakat rewang, saat ada yang nikahan dan menjenguk orang sakit Ini merupakan warisan masyarakat yang bernilai pancasila”Ungkapnya.

Solikin

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..