Tidak ada pin yang di tentukan
Home Info KesehatanInfo Pendidikan Edy Wuryanto “..

Edy Wuryanto “Tingkat Vaksin di Blora Masih Belum Mencapai Target”

Edy Wuryanto “Tingkat Vaksin di Blora Masih Belum Mencapai Target”

Blora, blorabaru.com – Vaksinasi untuk menekan penyebaran Virus Covid- 19 terus dilakukan diseluruh wilayah Kabupaten Blora,Tak terkecuali sampai ditingkat pelosok desa bahkan menyasar ke siswa sekolah.

Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian yang tinggi untuk menekan angka covid 19, di Dapil Pemilihan (dapil) nya terutama Blora, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto senantiasa terus melakukan vaksinasi dan sosialisasi arti pentingnya vaksin. Sabtu, 14/8/21.

Hingga kini, vaksinasi masih jauh dari target untuk Kabupaten Blora.

Kali ini Edy Wuryanto, S.KP, M.KEP Anggota Komisi IX DPR RI, didampingi Wakil Bupati BloraTri Yuli Setyowati, ST., MM. dan Ketua DPRD Blora H. M. Dasum, S.E, M.MA melaksanakan progam vaksinasi dosis 1 Yang dilaksanakan secara gratis sebanyak 1000 dosis di tiga tempat berbeda.

Edy Wuryanto, S.KP, M.KEP Anggota Komisi IX DPR RI menyebutkan ” Kegiatan hari ini vaksin, sebanyak 1000 vaksin terdapat 3 tempat diantaranya dua di Kedungtuban, dan Rhandublatung, kalau dari saya sekitar 4000 dosis, yang 3000 dosis masih menunggu dari Jakarta, karena stok vaksin dipusat agak berkurang” Paparnya.

Mungkin awal september, jatah awal yang datang ke Indonesia sangat banyak.

“Sebanyak 50 juta unit diperkirakan awal september masuk. Nanti juga vaksin moderna, faizer akan segera masuk untuk memenuhi total kebutuhan vaksin Indonesia” Katanya.

Menurut Edy Wuryanto, Tingkat vaksinasi saat ini di blora baru sekitar 16,6 % masih belum mencapai target. Saya sudah ketemu dengan Menkes Khususnya blora untuk ditambah.

“Kita kemarin menambah 30.000 dosis, saya sendiri mengajukan atas nama saya sebagai anggota DPR RI sebanyak 20.000 dosis. Kemarin 30.000 untuk guru sebelum Pembatasan Tatap Muka (PTM) saya menyarankan guru harus di vaksin” Tandasnya.

Apalagi pembelajaran tatap muka penting, mengingat sudah lama hampir setahun lebih jangan sampai loss generasi. Yang paling penting pengendalian proses belajar mengajar, dan prokesnya di ikuti dengan baik. Perlu adanya evaluasi, perkembangan nya mudah mudahan tidak ada kluster, kalau ada kluster segera di evaluasi kebijakannya.

Sebelum Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Saya menghimbau ” Standart prokesnya harus ketat, simulasi guru dan kepala sekolah harus di ikuti dengan baik, jadi guru harus divaksin dan syukur murid juga ikut divaksin. tapi yang lebih penting prokesnya diperketat.Idealnya lagi semuanya sudah divaksin” Harap Edy Wuryanto Anggota Komisi IX DPR RI.

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, ST., MM. Kita harus hidup berdampingan dengan covid, Tapi satu jangan meninggalkan prokes, yang sakit dirawat.

“Untuk meminimalisir resiko, Anak SMA dan SMK sebagian sudah divaksin, Tapi kita terbentur ketersediaan vaksin” ungkap etik sapaan akrabnya.

Dijelaskan, Secara teknis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dilaksanakan 50% persen masuk, bergilir 2 jam, untuk seluruh sekolah di Kabupaten Blora. Sebenarnya sebelum PPKM darurat kita sudah melakukan tatap muka, kita tinggal melanjutkan apabila sekolah sudah siap

“Yang pertama kali ditanya orang tua sudah mengijinkan untuk tatap muka atau tidak, dan apabila orang tua tidak mengijinkan siswa tetap belajar dari rumah, Orang tua yang mengijinkan Siswa belajar Tatap muka pembelajaran dilaksanakan disekolah dengan prokes” Ujarnya

Ada dua cara pembelajaran yang guru berikan ke siswa pertama dengan PTM Terbatas, yang ke 2 mengajar langsung sambil kamera menghadap ke anak didik yang tidak mengikuti PTM atau pembelajaran dirumah.

Solikin

SHARE

Komentar ditutup.


URL berhasil di salin
Data off atau jaringan lambat
Memuat content..